Menengok Suasana Desa Sulangai Yang Tak Boleh Terlewatkan

Keindahan Bali tidak terbatas. Berbagai destinasi dapat dikunjungi dengan segala keunikannya. Misalnya, Desa Sulangai di Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Desa ini memiliki berbagai lokasi wisata yang letaknya berdekatan. Dari air terjun ke agrowisata yang memasok kunyit. Tempat wisata dengan suasana pedesaan, aroma cengkeh dan tanaman lainnya akan tercium di setiap langkah.

Desa Sulangai terletak di bagian tengah Pulau Bali. Dari Bandara Internasional Ngurai Rai, hotel ini berjarak 51 kilometer, atau menghabiskan sekitar 1 jam dan 30 menit dari lalu lintas normal. Itu artinya, Desa Sulangai tidak jauh dari pusat kota. Bahkan, hotel ini juga dekat dari tempat wisata lainnya. Seperti dari Sangeh Monkey Forest, hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Selain hutan yang ditumbuhi pohon pala, Desa Sulangai juga dekat dengan Danau Bedugul. Karena dekat dengan tempat wisata lainnya, Anda harus menghemat banyak energi sehingga Anda bisa mampir di tempat wisata pilihan.

Keindahan alam Desa Sulangai memang mempesona. Namun bukan hanya alam yang akan memikat hati para wisatawan yang singgah ke desa ini. Beberapa arsitektur bangunan, budaya, seni, dan permainan juga akan membuat liburan Anda penuh warna.

Di Desa Sulangai, ada beberapa pura atau tempat suci yang menjadi tujuan pengunjung dengan berbagai latar belakang. Orang-orang datang ke kuil untuk menyembah dan bermeditasi. Pura Pucak Tedung juga memiliki monumen konkret yang menjadi saksi sejarah. Monumen ini dibangun pada masa kolonial Belanda. Di bagian atas monumen, ada piring dari Cina. Namun sayangnya, tidak ada tempat untuk ditemukan sekarang.

Pemandangan sawah juga menjadi alasan untuk menghabiskan waktu bersantai di Desa Sulangai. Sambil menonton padi yang bergoyang tertiup angin, Anda dapat menikmati kelapa muda yang baru dipetik dari pohon. Mata Anda akan dimanjakan oleh pemandangan indah di sekitarnya, sementara kelapa manis dan segar memenuhi mulut Anda.

Agrowisata juga merupakan tawaran yang mengesankan. Desa Sulangai adalah penghasil kunyit terbesar di Bali. Itu artinya, Anda juga bisa menikmati aktivitas petani kunyit. Beberapa kunyit yang sudah dipanen juga akan diolah menjadi minuman olahan. Kegiatan agro lainnya seperti kopi, cabai, sayuran juga menjadi daya tarik utama desa ini. Termasuk taman bunga gemitir yang juga menarik.

Air Terjun Batu Lantang dan Air Terjun Gong juga terletak di Desa Sulangai. Lokasinya sangat dekat, sehingga memudahkan pengunjung yang ingin menikmati kedua tempat tersebut. Wah, wahana permainan tradisional juga sangat mengasyikkan. Permainan tradisional yang disebut Gebug Pillow dilakukan di tepi sawah. Dua orang akan duduk di atas sepotong bambu, lalu saling pukul dan membela diri. Orang yang jatuh ke lumpur hilang.

Sangat menyenangkan untuk berlibur di Bali. Jadi, mari rencanakan perjalanan di Desa Sulangai!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close